Kamis, 10 Juli 2014

28 juni 2014
Tergantung mimpi di kaki langit

Saat masih belia kala aku tertawa terbahak tiada beban
Seakan lepas semua luka mendalam
Beban hidup terangkat ringan ke udara
Hanya nafas suka cita yg masih dan masih terasa

Kini usia tak lagi remaja
Kini beban hidup terasa sulit untuk terlepaskan
Saat kerikil bahkan batu menghalagi langkah
Tak seorangpun yang akan mau memahami hati yg terluka

Waktu tak bisa hapus semua luka
Waktu tak bisa enyahkan setan yg terus tertawakan jiwa
Waktu tak bisa hilangkan deretan perih yg menyayat
Waktu tak bisa selalu bawakan bahagia yg berharga

Terimakasih Tuhan, karena langitMu untukku masih cerah
Terimakasih Kau tetap ijinkan aku bernafas
Bersyukur atas ujian dan cobaan yg Engkau berikan
Bersyukur karena dari seribu musuh tetap ada satu kawan

Meskipun terkadang mentari menjilat dengan liarnya
Meskipun kadang hujan tak selalu bisa meneduhkan
Meskipun seakan kaki terasa patah semangat berjalan
Namun tetap rengkuhanMu yg selamanya menenangkan

Ini saya dengan semua kelemahan
Ini saya dengan segenap kekurangan
Ini saya dengan penuh dosa
Dan ini saya dengan tangan kotor memhon pertolongan

Ini bukan sebuah pengakuan dosa
Ini juga bukan sekedar amarah yg keluar menantang
Ini hanya ungkapan perasaan yg entah bagaimana

Mohon ampun Tuhan
Kuatkan hamba menjalani semua ujian
Tegarkan hamba menghadapi masalah
Rengkuh hamba saat tak sanggup melangkah

Mimpi yg masih jauh wujud nyatanya
Mimpi yg masih sulit didapatkan
Dilangit mimpi itu masih tergantung indah
Entah kapan tangan ini bisa meraihnya


Semua jawaban tidak hanya ada padaMu Tuhan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar