Sabtu, 21 Juni 2014

Apa bisa bisebut “ayah”??




19-6-2014

Kribo abang apa kabar?

Entah ada beban apa lagi yg ada di kepalaku saat ini..
Setiap ingin pulang selalu terbayang pertengkaran yg sebenarnya malas di dengarkan.
Tentang hal dan masalah yang sama setiap kali pertengkaran itu terjadi.
Tidak ada masalh yg terseleseikan tetapi selalu muncul masalah baru yang ujung-ujungnya sama.
Itulah kenapa sesuatu yg disebut rumah dan kata mereka itu nyaman tp bagai lahan bertempur untukku.
Kata nyaman yg mereka bilang belum pernah terasa benar-benar nyaman.
Nyaman hanya karena makan tidak perlu harus mencari dulu, istirahat juga hanya bisa dilakukan pada jam tertentu.
Saat malam sudah datang dan mereka kembali lg bertengkar, rasa yg mereka bilang nyaman lenyap entah kemana.
Walau makan disini susah, setiap hari membersihkan kerusuhan ini sendiri, setidaknya langit disini lebih terang dan menenangkan..
Tidak seperti langit disana yg selalu mendung dan terkadang sering sekali turun hujan..
Panas disini tidak sepanas disana, suasana disini juga tidak setenang disdana.
Nyamannya hidupku yg sendirian.

Biar sajalah langit hitam tetap hitam.
Karena sama sekali tidak ada usaha mencerahkannya.
Ingat Tuan Yang Terhormat, dia sudah jd milik orang lain sekarang.
Entah apa yang ada dipikiranmu sekarang tp apapun yg kamu lakukan itu salah.
Tidak ada benarnya dimataku, apalagi dimata Tuhan.
Mentari yg sudah tenggelam ke barat tidak akan bisa kau kembalikan ke atas kepala kami lg.
Meskipun Anda Tuan Yang Terhormat, langit jingga senja tidak akan bisa kau ukir dengan tinta putih..
Jangan buang waktu anda hanya untuk memikirkan sesuatu yg sekarang sudah menjadi milik orang lain.
Urusi dan perhatikan saja apa yg menjadi tanggung jawabmu yg selama ini sudah kau nomer duakan.
Apa yang ada di nomer satu sudah mati, anggap saja begitu..
Kau yg selalu kami hormati, jangan sampai kami membiarkan kau terjebak dalam hitamnya hatimu sendiri..
Karena jika kami sudah benar-benar muak, entah air mata itu berubah menjadi tangisan darah kami tidak akan peduli.
Entah tubuhmu digerogoti penyiksaan Yang Maha Kuasa kami tidak akan menoleh ke arahmu..
Sudahlah Tuan Yang Terhormat, kembalilah pada kehidupan lama yg membesarkanmu, kehidupan diamana pelajaran hidup itu berarti untuk kami..

Jika tangan ingin hanya sekedar menyentuh langit itu tidak akan mungkin.
Itu bukan kuasamu, itu bukan kekuatanmu.
Kuasamu dan tanggung jawabmu menjaga kami, melindungi kami, bukan melebarkan sayap untuk merengkuh sesuatu yg entah katamu itu menolong atau apapun dan jelas-jelas itu menyakiti kami..
Kau milik kami, bukan miliknya. Dia tidak punya hak mengambilmu dari kami. Bahkan hanya menyentuhmu itupun tidak bisa, tidak boleh..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar