Kamis, 10 Juli 2014

30 juni 2014

Dua hari lalu aku bisa mendengar jeritan hatimu dari sisi yg lain, jeritan manusia normal yg merasa terus disakiti.
Merasa begitu bersalah karena saat air mata menetes ringan aku tidak bisa memelukmu erat.
Karena jarak yg memisahkan sehingga sulit mendatangimu walaupun aku ingin.
Dan singkat cerita hanya bisa menemani deritamu hanya dengan suara.
Kalau mau marah, marah saja.
Kalau mau teriak, teriak saja.
Kalau mau menangis, menangis saja..
Setidaknya beban yg mencekik itu sedikit hilang,
Meskipun tetap tidak bisa memelukmu..
Apapun bebas kamu lakukan saat kita bersama.
Tidak perlu ada yg dipendam atau disembunyikan.
Aku temani apapun keadaan yg membelitmu.
Aku tau, Tuhan sedang menguji seberapa kuat kamu bertahan.
Tuhan sedang menguji sampai batas mana kesabaranmu itu.
Tapi aku yakin, Tuhan begitu bukan karena Dia tidak menyayangimu..
Kalau punya beban jangan dipikul sendiri, sayang..
Ada aku, aku siap aku bisa diajak berbagi.
Apapun bisa dibagi.
entah itu sedih atau marahmu. Ataupun duka dan air matamu.
Selama ini memang sudah cukup banyak yg kita jalani.
Banyak duka dan air mata. Banyak susah dan menderita.
Tp tenang sayang, saat kita bersama semua akan mudah. Semua akan berjalan lancar.
Jika tidak bisa melangkah sendiri, melangkahlah bersamaku.
Jika tidak kuat berdiri, duduk dan bersandarlah padaku.
Meskipun aku tidak bisa membantu apapun, setidaknya pelukan dan pundakku bisa menjadi teman dan tempat bersandar.
Meskipun tidak setiap saat kita bisa bersama. J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar