30 juni
2014
Dua hari
lalu aku bisa mendengar jeritan hatimu dari sisi yg lain, jeritan manusia
normal yg merasa terus disakiti.
Merasa
begitu bersalah karena saat air mata menetes ringan aku tidak bisa memelukmu
erat.
Karena
jarak yg memisahkan sehingga sulit mendatangimu walaupun aku ingin.
Dan
singkat cerita hanya bisa menemani deritamu hanya dengan suara.
Kalau
mau marah, marah saja.
Kalau
mau teriak, teriak saja.
Kalau
mau menangis, menangis saja..
Setidaknya
beban yg mencekik itu sedikit hilang,
Meskipun
tetap tidak bisa memelukmu..
Apapun
bebas kamu lakukan saat kita bersama.
Tidak
perlu ada yg dipendam atau disembunyikan.
Aku
temani apapun keadaan yg membelitmu.
Aku tau,
Tuhan sedang menguji seberapa kuat kamu bertahan.
Tuhan
sedang menguji sampai batas mana kesabaranmu itu.
Tapi aku
yakin, Tuhan begitu bukan karena Dia tidak menyayangimu..
Kalau
punya beban jangan dipikul sendiri, sayang..
Ada aku,
aku siap aku bisa diajak berbagi.
Apapun
bisa dibagi.
entah itu sedih atau marahmu. Ataupun duka dan air matamu.
entah itu sedih atau marahmu. Ataupun duka dan air matamu.
Selama
ini memang sudah cukup banyak yg kita jalani.
Banyak
duka dan air mata. Banyak susah dan menderita.
Tp
tenang sayang, saat kita bersama semua akan mudah. Semua akan berjalan lancar.
Jika
tidak bisa melangkah sendiri, melangkahlah bersamaku.
Jika
tidak kuat berdiri, duduk dan bersandarlah padaku.
Meskipun
aku tidak bisa membantu apapun, setidaknya pelukan dan pundakku bisa menjadi
teman dan tempat bersandar.
Meskipun
tidak setiap saat kita bisa bersama. J

Tidak ada komentar:
Posting Komentar