Rabu, 16 April 2014


            Mungkin semenjak aku datang kedunia semua sudah salah, karena mungkin memang kehadiranku tidak diinginkan. Tapi tetap aku berterimakasih karena sudah membiarkan aku hidup sampai sekarang dan karena tidak membuangku.
            Mungkin ada beberapa orang ingin hidup selalu bersama dengan orang tua mereka, tapi entah kenapa aku selalu nyaman dengan duniaku tanpa mereka, tanpa ada saudara atau semacamnya. Lebih mudah bagiku untuk sendiri. Tenang, sunyi, damai tanpa ada suara berisik yang selalu mengganggu telingaku. Maaf Tuhan, tapi memang seperti ini saya merasa nyaman.
            Kamu tau? Saat kamu tanya apa orang tuaku tanya apa mereka kawatir dan memperhatikan aku, entah perasaan apa ini, tapi rasanya sesak dan sakit sekali.. bahkan mereka tau atau tidak kalau aku kelaparan disini. Sebenarnya aku tidak ingin apapun, aku hanya ingin aku disamakan dengan saudaraku yang lain. Yang bisa pergi kemanapun mereka suka tanpa harus dicerca dengan pertanyaan ini itu. Tanpa harus dimarahi ketika aku pulang agak larut. Aku sadar kalau aku seorang wanita, tapi mereka tidak sadar, meskipun aku hanya seorang wanita, tapi aku tidak lemah, aku tidak manja!! Bahkan aku lebih mandiri daripada saudara lelakiku.
            Jujur saya iri dengan mereka Tuhan, mereka selalu mendapatkan apapun yang mereka mau tanpa harus memperjuangkan sesuatu. Kalaupun aku hanya bisa merengek, aku akan mendapatka sesuatu itu tidak dengan cepat seperti mereka, memang kepalaku yang lahir duluan daripada mereka, tapi meskipun begitu apa salah kalau aku hanya meminta kesamaan.. bukan apapun yang lebih dari mereka, hanya SAMA..
Selalu mereka yang diutamakan, selalu mereka yang diunggulkan. Dan seakan aku tidak mempunyai guna apa-apa.. bukan aku yang mau hidupku rumit, aku juga tidak mau menyalahkan Tuhan atau siapapun karena hidupku runyam. Karena aku yakin Tuhan menciptakan makhluk-makhluknya dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing serta masalah mereka sendiri. Tanpa disadari sudah begitu banyak airmata yang keluar saat ini. Entah itu aku hanya menangisi keadaan atau karena entah apa..
Tapi,,, terimakasih Tuhan, engkau masih bermurah hati membiarkan aku bernafas sampai hari ini, masih memberikan orang-orang yang selelu ada untukku. Tolong Tuhan, aku mohon.. berika kekuatan sedikit lagi agar aku bisa sabr menghadapi semua ini,, dan biarkan dia yang jadi pemimpinku,, biarkan dia yang menemaniku, dan biarkan dia yang menjagaku.. karena tidak mungkin aku punya alasan pergi dari sangkar itu, selain aku hidup bersamanya. Aku tau, semua jalan yang akan dilewati tidak akan selalu lurus, pasti akan banyak halangan entah itu kerikil atau batu besar. Tapi kuatkan kami untuk menghadapi ini semua Tuhan, kami hanya mencari keridhoanMu.. restui kamu Tuhan..

Amiiinn….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar