Mungkin
semenjak aku datang kedunia semua sudah salah, karena mungkin memang
kehadiranku tidak diinginkan. Tapi tetap aku berterimakasih karena sudah
membiarkan aku hidup sampai sekarang dan karena tidak membuangku.
Mungkin
ada beberapa orang ingin hidup selalu bersama dengan orang tua mereka, tapi
entah kenapa aku selalu nyaman dengan duniaku tanpa mereka, tanpa ada saudara
atau semacamnya. Lebih mudah bagiku untuk sendiri. Tenang, sunyi, damai tanpa
ada suara berisik yang selalu mengganggu telingaku. Maaf Tuhan, tapi memang
seperti ini saya merasa nyaman.
Kamu
tau? Saat kamu tanya apa orang tuaku tanya apa mereka kawatir dan memperhatikan
aku, entah perasaan apa ini, tapi rasanya sesak dan sakit sekali.. bahkan
mereka tau atau tidak kalau aku kelaparan disini. Sebenarnya aku tidak ingin
apapun, aku hanya ingin aku disamakan dengan saudaraku yang lain. Yang bisa
pergi kemanapun mereka suka tanpa harus dicerca dengan pertanyaan ini itu.
Tanpa harus dimarahi ketika aku pulang agak larut. Aku sadar kalau aku seorang
wanita, tapi mereka tidak sadar, meskipun aku hanya seorang wanita, tapi aku
tidak lemah, aku tidak manja!! Bahkan aku lebih mandiri daripada saudara
lelakiku.
Jujur
saya iri dengan mereka Tuhan, mereka selalu mendapatkan apapun yang mereka mau
tanpa harus memperjuangkan sesuatu. Kalaupun aku hanya bisa merengek, aku akan
mendapatka sesuatu itu tidak dengan cepat seperti mereka, memang kepalaku yang
lahir duluan daripada mereka, tapi meskipun begitu apa salah kalau aku hanya meminta
kesamaan.. bukan apapun yang lebih dari mereka, hanya SAMA..
Selalu mereka yang
diutamakan, selalu mereka yang diunggulkan. Dan seakan aku tidak mempunyai guna
apa-apa.. bukan aku yang mau hidupku rumit, aku juga tidak mau menyalahkan
Tuhan atau siapapun karena hidupku runyam. Karena aku yakin Tuhan menciptakan
makhluk-makhluknya dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing serta masalah
mereka sendiri. Tanpa disadari sudah begitu banyak airmata yang keluar saat
ini. Entah itu aku hanya menangisi keadaan atau karena entah apa..
Tapi,,, terimakasih
Tuhan, engkau masih bermurah hati membiarkan aku bernafas sampai hari ini,
masih memberikan orang-orang yang selelu ada untukku. Tolong Tuhan, aku mohon..
berika kekuatan sedikit lagi agar aku bisa sabr menghadapi semua ini,, dan
biarkan dia yang jadi pemimpinku,, biarkan dia yang menemaniku, dan biarkan dia
yang menjagaku.. karena tidak mungkin aku punya alasan pergi dari sangkar itu,
selain aku hidup bersamanya. Aku tau, semua jalan yang akan dilewati tidak akan
selalu lurus, pasti akan banyak halangan entah itu kerikil atau batu besar.
Tapi kuatkan kami untuk menghadapi ini semua Tuhan, kami hanya mencari
keridhoanMu.. restui kamu Tuhan..
Amiiinn….

Tidak ada komentar:
Posting Komentar