23.12
Malam
semakin larut pemirsa sekalian yang saya hormati..
tp mata ini belum juga mau terpejam.
tp mata ini belum juga mau terpejam.
Entah
apa lagi yang memenuhi pikiran ini sekarang, bertanya pada tembok kamarpun juga
tidak akan menjawab pertanyaan kenapa aku tidak bisa tidur malam ini.
Mungkin
mata terlalu lelah untuk melihat semua kepedihan, hingga semua menjadi semakin
rumit.
Aku
merindukan sosok lelaki itu.
Lelaki
yang selalu memelukku ketika air mata tak bisa lagi aku tahan loncat dari
mataku, yang selalu sedia menyerahkan pundaknya untuk bersandar meskipun aku
tau dia juga lelah menghadapi masalahnya.
Yaa,
kami tau kami berdua memang hanya anak muda yg belum mengerti benar tentang
arti kehidupan, tapi perjuangan kami demi meraih apa yang kami cita-citakan sudah
terlalu menguras banyak pikiran, perasaan dan air mata.
Disaat
kami kami terpuruk oleh keadaan, saat dunia seolah tertawa diatas kesedihan
yang kami rasakan seolah mereka tidak tau betapa batu besar menghimpit kepala
kami, saat masalah datang seolah mengunggu gilirannya. Kami saling menguatkan
meskipun pada akhirnya aku yang banyak mengeluh dan menangis.
Tapi
saat kami bersama, entah apapun itu yang telah membelit hidup kami, seolah
dapat hilang sendirinya tertiup hembusan angin dan terbang pergi..
Entah
cinta macam apa yg kami rasakan Tuhan, sering kali kami mencoba saling
meninggalkan, berusaha hidup sendiri tanpa satu sama lain, tapi akhirnya kami
menyerah juga dengan rasa ingin menjaga dan rasa ingin memiliki ini. Seakan
kami ingin berlari menuju satu sama lain dan berpelukan erat. Hingga semua
benci hilang sirna berubah menjadi rasa cinta yang semakin dalam.
Kami
bukan manusia sempurna Tuhan, tp kami merasa lengkap saat bersama. Pelukan
nyaman itu, kecupan mesra itu, belaian lembut itu yang membuat ketidak
sempurnaan kami menjadi indah, meskipun entah bagaimana coretan masa lalu yang
kami lalui dan entah bagaimana keluarga kami membentuk kami menjadi sosok yang
seperti ini. Yang kami tau, saat ini kami hanya ingin selalu bersama, saling
menguatkan. Saling menopang. Kami berdua mungkin seperti kaki, jika satu
menghilang, kami pincang…
Kami
tau Tuhan, kami bukan makhlukMu yg bersih, banyak kotoran yang menyelimuti
kami. Tapi aku mohon Tuhan, jaga kami, rengkuh kami, lindungi kami dan restui
kami..
Satukan
kami didunia yang hanya sebentar ini hingga kami bisa tetap bersama dan saling
menjaga dikehidupan yang kekal nanti di SurgaMu..


Tidak ada komentar:
Posting Komentar