Rabu, 26 November 2014

@buatmuaelah

Bal iku bunder.Koyok bunder seser e tekadku nyambung taline asmoro antarane atiku & atimu beb.Mbangun rumahtangga sing bahagia

Minggu, 19 Oktober 2014

hanya sekedar mengungkapkan saja..
bagaimanapun juga yang saya lakukan memang tetap salah.
menuntut hak pun saya tidak punya hak.
saya hanya menuntut keadilan saja.
tapi beliau menanggapinya salah.
tidak paham maksud dan tujuanku..
merasa terisishkan akhirnya saya ini.

Minggu, 17 Agustus 2014

17 agustus 2014 ini

Judul: Keluhan
Keadaan,situasi,suasana smuanya mulai mumburuk....!
;(
Apa krna aku bukan hambaMU yg baik!,,,
;( ;( ;(...
Gk sprti rencana. Tabahknlah hati ini ya Allah!
;( ;( ;( aku hnya seorang diri.tnpa apapun dan siapapun. Akn ku coba memikulnya sendiri. Siapa yg mau perbedaan ini. KAU yg memberi dan aku hrus menerimanya dan gk bisa untuk menolaknya. ;( ;(
Gk berdaya. ;(
Aku gk berdaya. ;(
Brp kali lg usaha ini blum ada hasil.
Tp aku ykin klo kpedihan ini akan terkubur dlm kebhagiaanku nanti......
;( ;(
Jika aku bisa meminta peradilan tentang ini. Tp tag akn mgkin bisa . ;(
takdir Tuhan tag dpt brubah. Mgkin smua ini pelajaran bagiku! ..
KAU tetap MAHA ADIL itu yg aku tau dan smua jg tau.
;( ;(
Stiap kpahitan jdi tetesan air mata, stlah itu trsa hilag rasa beban. Tp itu hnya tipuan ftamorgana.
Krna semua ttp sprti ini.. ;(
Entah apa yg terjadi nanti, aku jg tidak tau..
;( ;(
Tag ada yg sempurna didunia ini, smuapun jg mgetahui itu.
17 agt 2014 Dioon Paiijoo



Senin, 04 Agustus 2014

agustus ini..

stop!!!
jangan ukur kebahagiaan dengan uang,
uang tidak menyeleseikan semua masalah.
ketika aku belajar ikhlas, tapi kelurgaku mengajarkan picik.. dan sempit hati..

Sabtu, 02 Agustus 2014

kutipan kata-katamu hari ini 2-8-2014

Bwt ku yg pnting RESTU org tua ndok!,,,
Sekuat appun qt brthan, segi appun qt usaha, dan bribu ucapan do'a.Tp tnpa RESTU k2 org tua qt... ibarat qt NYARI BIJI SAWI Di DALAM PASIR.
Biarlah org brkata apa?,,
Yg aku tau qt lahir gk lgsug tua.
Gk ada bunga yg lgsung mekar.
Dan gk ada gedung pencakar langit, sekalipun yg paling tiggi didunia tanpa pondasi...!
Ayog qt jalani hidup qt br2 dr 0 [nol]
Sampek qt punya segala, dan segala sesuatu yg qt punya hasil kringet qt sendiri...!
Dan harus didasari dgn kyakinan qt yaitu ;agama qt..
Tanamkan itu dalam hatimu.


Minggu, 20 Juli 2014

20 juli 2014
Apa kabar kantung mataku??
Sudah lelah ya menjalani semua ini?
lingkaran hitammu sudah melebar kemana-mana ya?
Kasian sekali kau anak muda..
Bekerja siang malam tak kenal lelah, tak peduli siang atau malam..
Dan apa yg kau hasilkan??
Hanya lelah,,
Tidak ada lg.. iya kan?
Mana upah keringatmu?
Mana upah lelahmu?
Mana upah berdagangmu?


Kamis, 10 Juli 2014

10 juli 2014

Gambaran hati tentang perasaan cinta dan kasih sayang
Bukan hanya tentang kebahagiaan
Tetapi juga berbagi kesedihan
Cinta, keluarga, sahabat
Bagai roda berputar dalam kehidupan yg akan selalu bergerak
Kesedihan bukan suatu ketakutan yg harus selalu kita hindari
Kadang kesedihan juga menjadi bukti, mana orang yg benar-benar merengkuh kita dengan kasih tulus
Merubah kebencian tidak semudah membelikkan telapak tangan
Merubah kebencian dalam waktu singkat sama halnya dengan berusaha bertepuk hanya menggunakan satu tangan
Entah baik atau tidak menyimpan kebencian
Tapi setidaknya lebih baik daripada menyulut api kekacauan
Bagaimanapun juga, betapa angkuh hatiku, betapa kerasnya kelapaku
Hanya cinta, sahabat, dan keluarga yg menjadi tempat rujukan terakhirku
Beribu kekesalan dan air mata sudah terbuang percuma
Mungkin tak menghasilkan sesuatu yg bahkan berguna
Selama matahari masih garang memancarkan panasnya
Selama bulan masih bersinar terang
Dan selama bintang masih berkiluan
Aku percaya, meskipun air mata ini sudah banyak tertumpah
Kebahagiaan juga masih enggan pergi meninggalkan
Bukankah selama manusia masih bernafas kita boleh melakukan apapun?
Mencintai orang yg kita cintai dan membenci orang yg kita benci
Keluargaku seperti sepasang sepatu, yg selalu bersama tp tidak bisa bersatu
Berjalan bersama tp tidak juga bisa bersatu
Jika ada asuransi atau perlindungan hati yg terluka
Mungkin kesal yg mendalam dan membekas tidak akan pernah tergores
Bisa diibaratkan dengan sebuah kaca
Kalau sudah pecah, meskipun bisa diperbaiki tp bekasnya akan selalu ada




Iikcahyo*
30 juni 2014

Dua hari lalu aku bisa mendengar jeritan hatimu dari sisi yg lain, jeritan manusia normal yg merasa terus disakiti.
Merasa begitu bersalah karena saat air mata menetes ringan aku tidak bisa memelukmu erat.
Karena jarak yg memisahkan sehingga sulit mendatangimu walaupun aku ingin.
Dan singkat cerita hanya bisa menemani deritamu hanya dengan suara.
Kalau mau marah, marah saja.
Kalau mau teriak, teriak saja.
Kalau mau menangis, menangis saja..
Setidaknya beban yg mencekik itu sedikit hilang,
Meskipun tetap tidak bisa memelukmu..
Apapun bebas kamu lakukan saat kita bersama.
Tidak perlu ada yg dipendam atau disembunyikan.
Aku temani apapun keadaan yg membelitmu.
Aku tau, Tuhan sedang menguji seberapa kuat kamu bertahan.
Tuhan sedang menguji sampai batas mana kesabaranmu itu.
Tapi aku yakin, Tuhan begitu bukan karena Dia tidak menyayangimu..
Kalau punya beban jangan dipikul sendiri, sayang..
Ada aku, aku siap aku bisa diajak berbagi.
Apapun bisa dibagi.
entah itu sedih atau marahmu. Ataupun duka dan air matamu.
Selama ini memang sudah cukup banyak yg kita jalani.
Banyak duka dan air mata. Banyak susah dan menderita.
Tp tenang sayang, saat kita bersama semua akan mudah. Semua akan berjalan lancar.
Jika tidak bisa melangkah sendiri, melangkahlah bersamaku.
Jika tidak kuat berdiri, duduk dan bersandarlah padaku.
Meskipun aku tidak bisa membantu apapun, setidaknya pelukan dan pundakku bisa menjadi teman dan tempat bersandar.
Meskipun tidak setiap saat kita bisa bersama. J

28 juni 2014
Tergantung mimpi di kaki langit

Saat masih belia kala aku tertawa terbahak tiada beban
Seakan lepas semua luka mendalam
Beban hidup terangkat ringan ke udara
Hanya nafas suka cita yg masih dan masih terasa

Kini usia tak lagi remaja
Kini beban hidup terasa sulit untuk terlepaskan
Saat kerikil bahkan batu menghalagi langkah
Tak seorangpun yang akan mau memahami hati yg terluka

Waktu tak bisa hapus semua luka
Waktu tak bisa enyahkan setan yg terus tertawakan jiwa
Waktu tak bisa hilangkan deretan perih yg menyayat
Waktu tak bisa selalu bawakan bahagia yg berharga

Terimakasih Tuhan, karena langitMu untukku masih cerah
Terimakasih Kau tetap ijinkan aku bernafas
Bersyukur atas ujian dan cobaan yg Engkau berikan
Bersyukur karena dari seribu musuh tetap ada satu kawan

Meskipun terkadang mentari menjilat dengan liarnya
Meskipun kadang hujan tak selalu bisa meneduhkan
Meskipun seakan kaki terasa patah semangat berjalan
Namun tetap rengkuhanMu yg selamanya menenangkan

Ini saya dengan semua kelemahan
Ini saya dengan segenap kekurangan
Ini saya dengan penuh dosa
Dan ini saya dengan tangan kotor memhon pertolongan

Ini bukan sebuah pengakuan dosa
Ini juga bukan sekedar amarah yg keluar menantang
Ini hanya ungkapan perasaan yg entah bagaimana

Mohon ampun Tuhan
Kuatkan hamba menjalani semua ujian
Tegarkan hamba menghadapi masalah
Rengkuh hamba saat tak sanggup melangkah

Mimpi yg masih jauh wujud nyatanya
Mimpi yg masih sulit didapatkan
Dilangit mimpi itu masih tergantung indah
Entah kapan tangan ini bisa meraihnya


Semua jawaban tidak hanya ada padaMu Tuhan


Sabtu, 21 Juni 2014

Apa bisa bisebut “ayah”??




19-6-2014

Kribo abang apa kabar?

Entah ada beban apa lagi yg ada di kepalaku saat ini..
Setiap ingin pulang selalu terbayang pertengkaran yg sebenarnya malas di dengarkan.
Tentang hal dan masalah yang sama setiap kali pertengkaran itu terjadi.
Tidak ada masalh yg terseleseikan tetapi selalu muncul masalah baru yang ujung-ujungnya sama.
Itulah kenapa sesuatu yg disebut rumah dan kata mereka itu nyaman tp bagai lahan bertempur untukku.
Kata nyaman yg mereka bilang belum pernah terasa benar-benar nyaman.
Nyaman hanya karena makan tidak perlu harus mencari dulu, istirahat juga hanya bisa dilakukan pada jam tertentu.
Saat malam sudah datang dan mereka kembali lg bertengkar, rasa yg mereka bilang nyaman lenyap entah kemana.
Walau makan disini susah, setiap hari membersihkan kerusuhan ini sendiri, setidaknya langit disini lebih terang dan menenangkan..
Tidak seperti langit disana yg selalu mendung dan terkadang sering sekali turun hujan..
Panas disini tidak sepanas disana, suasana disini juga tidak setenang disdana.
Nyamannya hidupku yg sendirian.

Biar sajalah langit hitam tetap hitam.
Karena sama sekali tidak ada usaha mencerahkannya.
Ingat Tuan Yang Terhormat, dia sudah jd milik orang lain sekarang.
Entah apa yang ada dipikiranmu sekarang tp apapun yg kamu lakukan itu salah.
Tidak ada benarnya dimataku, apalagi dimata Tuhan.
Mentari yg sudah tenggelam ke barat tidak akan bisa kau kembalikan ke atas kepala kami lg.
Meskipun Anda Tuan Yang Terhormat, langit jingga senja tidak akan bisa kau ukir dengan tinta putih..
Jangan buang waktu anda hanya untuk memikirkan sesuatu yg sekarang sudah menjadi milik orang lain.
Urusi dan perhatikan saja apa yg menjadi tanggung jawabmu yg selama ini sudah kau nomer duakan.
Apa yang ada di nomer satu sudah mati, anggap saja begitu..
Kau yg selalu kami hormati, jangan sampai kami membiarkan kau terjebak dalam hitamnya hatimu sendiri..
Karena jika kami sudah benar-benar muak, entah air mata itu berubah menjadi tangisan darah kami tidak akan peduli.
Entah tubuhmu digerogoti penyiksaan Yang Maha Kuasa kami tidak akan menoleh ke arahmu..
Sudahlah Tuan Yang Terhormat, kembalilah pada kehidupan lama yg membesarkanmu, kehidupan diamana pelajaran hidup itu berarti untuk kami..

Jika tangan ingin hanya sekedar menyentuh langit itu tidak akan mungkin.
Itu bukan kuasamu, itu bukan kekuatanmu.
Kuasamu dan tanggung jawabmu menjaga kami, melindungi kami, bukan melebarkan sayap untuk merengkuh sesuatu yg entah katamu itu menolong atau apapun dan jelas-jelas itu menyakiti kami..
Kau milik kami, bukan miliknya. Dia tidak punya hak mengambilmu dari kami. Bahkan hanya menyentuhmu itupun tidak bisa, tidak boleh..

Apa bisa bisebut “ayah”??




19-6-2014

Kribo abang apa kabar?

Entah ada beban apa lagi yg ada di kepalaku saat ini..
Setiap ingin pulang selalu terbayang pertengkaran yg sebenarnya malas di dengarkan.
Tentang hal dan masalah yang sama setiap kali pertengkaran itu terjadi.
Tidak ada masalh yg terseleseikan tetapi selalu muncul masalah baru yang ujung-ujungnya sama.
Itulah kenapa sesuatu yg disebut rumah dan kata mereka itu nyaman tp bagai lahan bertempur untukku.
Kata nyaman yg mereka bilang belum pernah terasa benar-benar nyaman.
Nyaman hanya karena makan tidak perlu harus mencari dulu, istirahat juga hanya bisa dilakukan pada jam tertentu.
Saat malam sudah datang dan mereka kembali lg bertengkar, rasa yg mereka bilang nyaman lenyap entah kemana.
Walau makan disini susah, setiap hari membersihkan kerusuhan ini sendiri, setidaknya langit disini lebih terang dan menenangkan..
Tidak seperti langit disana yg selalu mendung dan terkadang sering sekali turun hujan..
Panas disini tidak sepanas disana, suasana disini juga tidak setenang disdana.
Nyamannya hidupku yg sendirian.

Biar sajalah langit hitam tetap hitam.
Karena sama sekali tidak ada usaha mencerahkannya.
Ingat Tuan Yang Terhormat, dia sudah jd milik orang lain sekarang.
Entah apa yang ada dipikiranmu sekarang tp apapun yg kamu lakukan itu salah.
Tidak ada benarnya dimataku, apalagi dimata Tuhan.
Mentari yg sudah tenggelam ke barat tidak akan bisa kau kembalikan ke atas kepala kami lg.
Meskipun Anda Tuan Yang Terhormat, langit jingga senja tidak akan bisa kau ukir dengan tinta putih..
Jangan buang waktu anda hanya untuk memikirkan sesuatu yg sekarang sudah menjadi milik orang lain.
Urusi dan perhatikan saja apa yg menjadi tanggung jawabmu yg selama ini sudah kau nomer duakan.
Apa yang ada di nomer satu sudah mati, anggap saja begitu..
Kau yg selalu kami hormati, jangan sampai kami membiarkan kau terjebak dalam hitamnya hatimu sendiri..
Karena jika kami sudah benar-benar muak, entah air mata itu berubah menjadi tangisan darah kami tidak akan peduli.
Entah tubuhmu digerogoti penyiksaan Yang Maha Kuasa kami tidak akan menoleh ke arahmu..
Sudahlah Tuan Yang Terhormat, kembalilah pada kehidupan lama yg membesarkanmu, kehidupan diamana pelajaran hidup itu berarti untuk kami..

Jika tangan ingin hanya sekedar menyentuh langit itu tidak akan mungkin.
Itu bukan kuasamu, itu bukan kekuatanmu.
Kuasamu dan tanggung jawabmu menjaga kami, melindungi kami, bukan melebarkan sayap untuk merengkuh sesuatu yg entah katamu itu menolong atau apapun dan jelas-jelas itu menyakiti kami..
Kau milik kami, bukan miliknya. Dia tidak punya hak mengambilmu dari kami. Bahkan hanya menyentuhmu itupun tidak bisa, tidak boleh..