Minggu, 20 Juli 2014

20 juli 2014
Apa kabar kantung mataku??
Sudah lelah ya menjalani semua ini?
lingkaran hitammu sudah melebar kemana-mana ya?
Kasian sekali kau anak muda..
Bekerja siang malam tak kenal lelah, tak peduli siang atau malam..
Dan apa yg kau hasilkan??
Hanya lelah,,
Tidak ada lg.. iya kan?
Mana upah keringatmu?
Mana upah lelahmu?
Mana upah berdagangmu?


Kamis, 10 Juli 2014

10 juli 2014

Gambaran hati tentang perasaan cinta dan kasih sayang
Bukan hanya tentang kebahagiaan
Tetapi juga berbagi kesedihan
Cinta, keluarga, sahabat
Bagai roda berputar dalam kehidupan yg akan selalu bergerak
Kesedihan bukan suatu ketakutan yg harus selalu kita hindari
Kadang kesedihan juga menjadi bukti, mana orang yg benar-benar merengkuh kita dengan kasih tulus
Merubah kebencian tidak semudah membelikkan telapak tangan
Merubah kebencian dalam waktu singkat sama halnya dengan berusaha bertepuk hanya menggunakan satu tangan
Entah baik atau tidak menyimpan kebencian
Tapi setidaknya lebih baik daripada menyulut api kekacauan
Bagaimanapun juga, betapa angkuh hatiku, betapa kerasnya kelapaku
Hanya cinta, sahabat, dan keluarga yg menjadi tempat rujukan terakhirku
Beribu kekesalan dan air mata sudah terbuang percuma
Mungkin tak menghasilkan sesuatu yg bahkan berguna
Selama matahari masih garang memancarkan panasnya
Selama bulan masih bersinar terang
Dan selama bintang masih berkiluan
Aku percaya, meskipun air mata ini sudah banyak tertumpah
Kebahagiaan juga masih enggan pergi meninggalkan
Bukankah selama manusia masih bernafas kita boleh melakukan apapun?
Mencintai orang yg kita cintai dan membenci orang yg kita benci
Keluargaku seperti sepasang sepatu, yg selalu bersama tp tidak bisa bersatu
Berjalan bersama tp tidak juga bisa bersatu
Jika ada asuransi atau perlindungan hati yg terluka
Mungkin kesal yg mendalam dan membekas tidak akan pernah tergores
Bisa diibaratkan dengan sebuah kaca
Kalau sudah pecah, meskipun bisa diperbaiki tp bekasnya akan selalu ada




Iikcahyo*
30 juni 2014

Dua hari lalu aku bisa mendengar jeritan hatimu dari sisi yg lain, jeritan manusia normal yg merasa terus disakiti.
Merasa begitu bersalah karena saat air mata menetes ringan aku tidak bisa memelukmu erat.
Karena jarak yg memisahkan sehingga sulit mendatangimu walaupun aku ingin.
Dan singkat cerita hanya bisa menemani deritamu hanya dengan suara.
Kalau mau marah, marah saja.
Kalau mau teriak, teriak saja.
Kalau mau menangis, menangis saja..
Setidaknya beban yg mencekik itu sedikit hilang,
Meskipun tetap tidak bisa memelukmu..
Apapun bebas kamu lakukan saat kita bersama.
Tidak perlu ada yg dipendam atau disembunyikan.
Aku temani apapun keadaan yg membelitmu.
Aku tau, Tuhan sedang menguji seberapa kuat kamu bertahan.
Tuhan sedang menguji sampai batas mana kesabaranmu itu.
Tapi aku yakin, Tuhan begitu bukan karena Dia tidak menyayangimu..
Kalau punya beban jangan dipikul sendiri, sayang..
Ada aku, aku siap aku bisa diajak berbagi.
Apapun bisa dibagi.
entah itu sedih atau marahmu. Ataupun duka dan air matamu.
Selama ini memang sudah cukup banyak yg kita jalani.
Banyak duka dan air mata. Banyak susah dan menderita.
Tp tenang sayang, saat kita bersama semua akan mudah. Semua akan berjalan lancar.
Jika tidak bisa melangkah sendiri, melangkahlah bersamaku.
Jika tidak kuat berdiri, duduk dan bersandarlah padaku.
Meskipun aku tidak bisa membantu apapun, setidaknya pelukan dan pundakku bisa menjadi teman dan tempat bersandar.
Meskipun tidak setiap saat kita bisa bersama. J

28 juni 2014
Tergantung mimpi di kaki langit

Saat masih belia kala aku tertawa terbahak tiada beban
Seakan lepas semua luka mendalam
Beban hidup terangkat ringan ke udara
Hanya nafas suka cita yg masih dan masih terasa

Kini usia tak lagi remaja
Kini beban hidup terasa sulit untuk terlepaskan
Saat kerikil bahkan batu menghalagi langkah
Tak seorangpun yang akan mau memahami hati yg terluka

Waktu tak bisa hapus semua luka
Waktu tak bisa enyahkan setan yg terus tertawakan jiwa
Waktu tak bisa hilangkan deretan perih yg menyayat
Waktu tak bisa selalu bawakan bahagia yg berharga

Terimakasih Tuhan, karena langitMu untukku masih cerah
Terimakasih Kau tetap ijinkan aku bernafas
Bersyukur atas ujian dan cobaan yg Engkau berikan
Bersyukur karena dari seribu musuh tetap ada satu kawan

Meskipun terkadang mentari menjilat dengan liarnya
Meskipun kadang hujan tak selalu bisa meneduhkan
Meskipun seakan kaki terasa patah semangat berjalan
Namun tetap rengkuhanMu yg selamanya menenangkan

Ini saya dengan semua kelemahan
Ini saya dengan segenap kekurangan
Ini saya dengan penuh dosa
Dan ini saya dengan tangan kotor memhon pertolongan

Ini bukan sebuah pengakuan dosa
Ini juga bukan sekedar amarah yg keluar menantang
Ini hanya ungkapan perasaan yg entah bagaimana

Mohon ampun Tuhan
Kuatkan hamba menjalani semua ujian
Tegarkan hamba menghadapi masalah
Rengkuh hamba saat tak sanggup melangkah

Mimpi yg masih jauh wujud nyatanya
Mimpi yg masih sulit didapatkan
Dilangit mimpi itu masih tergantung indah
Entah kapan tangan ini bisa meraihnya


Semua jawaban tidak hanya ada padaMu Tuhan