28 juni
2014
Tergantung
mimpi di kaki langit
Saat
masih belia kala aku tertawa terbahak tiada beban
Seakan
lepas semua luka mendalam
Beban
hidup terangkat ringan ke udara
Hanya
nafas suka cita yg masih dan masih terasa
Kini
usia tak lagi remaja
Kini beban
hidup terasa sulit untuk terlepaskan
Saat
kerikil bahkan batu menghalagi langkah
Tak
seorangpun yang akan mau memahami hati yg terluka
Waktu tak
bisa hapus semua luka
Waktu
tak bisa enyahkan setan yg terus tertawakan jiwa
Waktu
tak bisa hilangkan deretan perih yg menyayat
Waktu
tak bisa selalu bawakan bahagia yg berharga
Terimakasih
Tuhan, karena langitMu untukku masih cerah
Terimakasih
Kau tetap ijinkan aku bernafas
Bersyukur
atas ujian dan cobaan yg Engkau berikan
Bersyukur
karena dari seribu musuh tetap ada satu kawan
Meskipun
terkadang mentari menjilat dengan liarnya
Meskipun
kadang hujan tak selalu bisa meneduhkan
Meskipun
seakan kaki terasa patah semangat berjalan
Namun
tetap rengkuhanMu yg selamanya menenangkan
Ini saya
dengan semua kelemahan
Ini saya
dengan segenap kekurangan
Ini saya
dengan penuh dosa
Dan ini
saya dengan tangan kotor memhon pertolongan
Ini
bukan sebuah pengakuan dosa
Ini juga
bukan sekedar amarah yg keluar menantang
Ini
hanya ungkapan perasaan yg entah bagaimana
Mohon
ampun Tuhan
Kuatkan
hamba menjalani semua ujian
Tegarkan
hamba menghadapi masalah
Rengkuh
hamba saat tak sanggup melangkah
Mimpi yg
masih jauh wujud nyatanya
Mimpi yg
masih sulit didapatkan
Dilangit
mimpi itu masih tergantung indah
Entah
kapan tangan ini bisa meraihnya
Semua
jawaban tidak hanya ada padaMu Tuhan