19-6-2014
Kribo abang apa kabar?
Entah ada beban apa lagi yg ada di kepalaku saat ini..
Setiap ingin pulang selalu terbayang pertengkaran yg
sebenarnya malas di dengarkan.
Tentang hal dan masalah yang sama setiap kali pertengkaran
itu terjadi.
Tidak ada masalh yg terseleseikan tetapi selalu muncul
masalah baru yang ujung-ujungnya sama.
Itulah kenapa sesuatu yg disebut rumah dan kata mereka itu
nyaman tp bagai lahan bertempur untukku.
Kata nyaman yg mereka bilang belum pernah terasa benar-benar
nyaman.
Nyaman hanya karena makan tidak perlu harus mencari dulu,
istirahat juga hanya bisa dilakukan pada jam tertentu.
Saat malam sudah datang dan mereka kembali lg bertengkar,
rasa yg mereka bilang nyaman lenyap entah kemana.
Walau makan disini susah, setiap hari membersihkan kerusuhan
ini sendiri, setidaknya langit disini lebih terang dan menenangkan..
Tidak seperti langit disana yg selalu mendung dan terkadang
sering sekali turun hujan..
Panas disini tidak sepanas disana, suasana disini juga tidak
setenang disdana.
Nyamannya hidupku yg sendirian.
Biar sajalah langit hitam tetap hitam.
Karena sama sekali tidak ada usaha mencerahkannya.
Ingat Tuan Yang Terhormat, dia sudah jd milik orang lain
sekarang.
Entah apa yang ada dipikiranmu sekarang tp apapun yg kamu
lakukan itu salah.
Tidak ada benarnya dimataku, apalagi dimata Tuhan.
Mentari yg sudah tenggelam ke barat tidak akan bisa kau
kembalikan ke atas kepala kami lg.
Meskipun Anda Tuan Yang Terhormat, langit jingga senja tidak
akan bisa kau ukir dengan tinta putih..
Jangan buang waktu anda hanya untuk memikirkan sesuatu yg
sekarang sudah menjadi milik orang lain.
Urusi dan perhatikan saja apa yg menjadi tanggung jawabmu yg
selama ini sudah kau nomer duakan.
Apa yang ada di nomer satu sudah mati, anggap saja begitu..
Kau yg selalu kami hormati, jangan sampai kami membiarkan kau
terjebak dalam hitamnya hatimu sendiri..
Karena jika kami sudah benar-benar muak, entah air mata itu
berubah menjadi tangisan darah kami tidak akan peduli.
Entah tubuhmu digerogoti penyiksaan Yang Maha Kuasa kami
tidak akan menoleh ke arahmu..
Sudahlah Tuan Yang Terhormat, kembalilah pada kehidupan lama
yg membesarkanmu, kehidupan diamana pelajaran hidup itu berarti untuk kami..
Jika tangan ingin hanya sekedar menyentuh langit itu tidak
akan mungkin.
Itu bukan kuasamu, itu bukan kekuatanmu.
Kuasamu dan tanggung jawabmu menjaga kami, melindungi kami,
bukan melebarkan sayap untuk merengkuh sesuatu yg entah katamu itu menolong
atau apapun dan jelas-jelas itu menyakiti kami..
Kau milik kami, bukan miliknya. Dia tidak punya hak
mengambilmu dari kami. Bahkan hanya menyentuhmu itupun tidak bisa, tidak
boleh..